<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2696745165358012339</id><updated>2011-07-07T14:25:12.544-07:00</updated><title type='text'>Dari kegelapan menuju Cahaya</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://urangaip12.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2696745165358012339/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urangaip12.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Arif Fauzi Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012649384602033301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2696745165358012339.post-2100951901835821486</id><published>2010-07-20T05:44:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T05:47:46.899-07:00</updated><title type='text'>BODOH!!</title><content type='html'>RUMAH BODOH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ada beberapa anak yang bernama Yuda, Arif, Ayu dan Anita. Mereka berempat  itu sedang melakukan perjalanan  kemping  ke sebuah pegunungan yang amat-amat jauh dari keramaian kota dan tidak ada warga sedikitpun disana. Mereka, berasal dari sebuah kota yang terkenal dengan tutug oncom nya. Kota itu biasa kita sebut dengan sebutan kota Tasikmalaya. Mereka berniat untuk berkemping di sebuah pegunungan itu karena ingin melakukan pengamatan tentang mitos, apakah benar di sebuah pegunungan itu yang jauh dari keramaian kota dan jauh dari warga/masyarakat ada sebuah tempat, sebuah tempat itu terdapat beberapa kriminal-kriminal yang seharusnya dilarang oleh Negara dan Agama.&lt;br /&gt;Setelah sampai di sana, mereka langsung memasang tenda-tendanya masing-masing,dan membereskan perlengkapan-perlengkapannya masing-masing. Lalu, setelah membereskan perlengkapan, mereka mengelilingi pegunungan itu. Dan memutuskan untuk membagi daerah yang akan di kelilinginya.  Yuda dan Silmi mengelilingi daerah bagian barat pegunungan, sedangkan Arif dan Anita mengelilingi daerah  bagian timur pegunungan. Sesaatnya di jalan, Yuda dan Silmi menemukan seorang pemuda  yang sedang berlari sambil ketakutan. kemudian, pada saat di pertengahan pejalanan menuju ke arah timur pegunungan, Arif dan Anita pun juga menemukan  seorang gadis yang sedang berlari sambil ketakutan. Lalu, Yuda dan Silmi memutuskan untuk menelpon Arif dan Anita. Dan memutuskan untuk segera kembali ke perkemahan. Sesampainya di perkemahan, mereka berempat mengobrolkan tentang  kejadian-kejadian  sepanjang pejalanan meraka. Dan mereka berempat pun memutuskan untuk mencari tau tentang kejadian-kejadian itu di ke esokan harinya, dan mencari tau apakah benar tempat-tempat itu ada dan seperti yang kita bayangkan!. &lt;br /&gt;Di keesokan harinya, mereka memulai kembali melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan sewaktu pagi. Dan setelah melakukann aktivitas, mereka memulai kembali mengelilingi pegunungan  untuk mencari tau sebab kejadian-kejadian pada waktu kemarin, dan untuk mengungkap apakah benar mitos itu ada!. Dan seperti biasa,mereka membagi daerah bagian yang akan di kelilinginya. Pada saat pertengahan jalan menuju ke arah bagian barat pegunungan, Yuda dan Silmi kembali menemukan seseorang pemuda lain yang sedang berlari ketakutan dari arah utara. Lalu, Yuda dan Silmi berpikir sejenak dan memutuskan untuk bertanya kepada seorang pemuda itu. Kemudian Yuda dan Silmi bertanya, “ada apakah yang terjadi di atas sana?”. Lalu seorang pemuda itu menjawab,”aaaa…..da pembunuhan!”. Kemudian mereka berdua lari dan bergegas menuju suatu tempat itu. &lt;br /&gt;Setelah  menempuh beberapa kilo meter, Yuda dan Silmi bertemu kembali dengan Arif dan Anita. Dan melakukan perjalanan bersama- sama. Tak lama kemudian, mereka  menemukan sebuah rumah yang tidak jelas keterangannya. Lalu, mereka pun bergegas mengintip rumah tersebut dari jarak yang tidak jauh dari rumah itu. Dan ternyata , rumah tersebut adalah suatu tempat yang dicari-cari dan yang mereka bayang kan sebelumnya dan rumah tersebut menjadi tempat untuk melakukan pelacuran, penjudian, pemalsuan uang, pembunuhan dan tempat orang-orang bermabuk-mabukan. Dan setiap orang yang datang atau melawati depan rumah  tersebut, maka apabila laki-laki dia akan di bunuh, dan apabila  perempuan dia akan di jadi kan seorang pelacur.&lt;br /&gt;Setelah mengetahui dan melihat kejadian seperti itu, maka mereka bergegas untuk melaporkannya kepada polisi melalui telpon genggam. setelah menunggu beberapanya polisi pun datang dan segera menuju lokasi. Dan segera mengepung lokasi tersebut, kemudian polisi menangkap beberapa tersangka yang terlibat dalam rumah tersebut. Dan menyegel rumah tersebut.&lt;br /&gt;Dan setelah masalah itu terungkap, mereka bergegas untuk membereskan barang-barang mereka dan bergegas untuk pulang. Dan di waktu perjalanan untuk pulang, Arif berkata; ternyata rumah itu sangat bodoh ya! Mau-maunya di jadikan tempat untuk kriminal. Dasar rumah bodoh……!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The End&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BY: Arif fauzi hakim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2696745165358012339-2100951901835821486?l=urangaip12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urangaip12.blogspot.com/feeds/2100951901835821486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://urangaip12.blogspot.com/2010/07/bodoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2696745165358012339/posts/default/2100951901835821486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2696745165358012339/posts/default/2100951901835821486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urangaip12.blogspot.com/2010/07/bodoh.html' title='BODOH!!'/><author><name>Arif Fauzi Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012649384602033301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2696745165358012339.post-4439233884749184257</id><published>2010-07-20T05:42:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T05:44:30.677-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>HUKUM SUMPAH&lt;br /&gt;A.  Pengertian Hukum&lt;br /&gt; Hukum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat, yaitu dikukuhkan oeh penguasa, atau pemerintah, dan Undang-Undang.&lt;br /&gt; Hukum menurut Islam adalah ajaran Islam yang membicarakan amal manusia, baik sebagai makhluk ciptaan Allah maupun hamba Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  pengertian sumpah&lt;br /&gt; Sumpah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Janji yang diucapkan dengan bersungguh-sungguh dengan menyebut nama tuhan untuk mengukuhkan kebenaran janji itu atau kutukan, laknat. &lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab sumpah disebut dengan al-aimanu, al-halfu, al-qasamu. Al-aimanu jama’ dari kata al-yamiinu (tangan kanan). Perbedaan nama ini karena melihat latar belakang penggunaannya. &lt;br /&gt;Menurut Ibnu Hajar, al-yamin adalah &lt;br /&gt;تَوْكِيْدُ الشَيْئِ بِذِكْرِ اسْمٍ أَوْ صِفَةٍ لِلهِ&lt;br /&gt;Menguatkan sesuatu dengan menyebut nama atau sifat Allah. (Fathul Bari, XIII:361). &lt;br /&gt;Ibnu Hajar menjelaskan bahwa pada asalnya kata al-yamin berarti tangan kanan. Kemudian kata ini dipergunakan dengan pengertian sumpah, karena orang-orang [Arab dahulu] ketika saling bersumpah masing-masing memegang tangan kanannya. (Fathul Bari, Ibid.,).&lt;br /&gt;Adapun al-qasam, menurut ar-Raghib al-Asfahani, berasal dari kata al-qasamah, yaitu aiman (berbagai sumpah) yang dibagi-bagikan kepada para wali (keluarga) orang yang terbunuh. Kemudian kata ini dijadikan nama bagi setiap sumpah. &lt;br /&gt;Sedangkan al-halifu, menurut ar-Raghib al-Asfahani, pada asalnya adalah al-yamin (sumpah) yang (khusus) dipergunakan oleh orang-orang ketika mengadakan perjanjian. Namun kemudian kata itu dipergunakan untuk menjelaskan makna sumpah secara umum. (al-Mufradat fi Gharibil Quran, I:170).&lt;br /&gt;Sumpah menurut pengertian syara’ yaitu menahkikkan atau menguatkan sesuatu dengan menyebut nama Allah SWT. seperti; walLahi, bilLahi, talLahi. Sehingga sumpah dapat di artikan:&lt;br /&gt;1. Pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Allah SWT untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhan.&lt;br /&gt;2. Pernyataan yang disertai tekad melakukan sesuatu menguatkan kebenarannya atau berani menerima sesuatu bila yang dinyatakan tidak benar.&lt;br /&gt;3. Janji atau ikrar yang teguhkan menunaikan sesuatu.&lt;br /&gt;C. Macam – Macam Sumpah  &lt;br /&gt;Dilihat dari segi niat pengucapannya, sumpah itu terbagi kepada tiga jenis;&lt;br /&gt;a) al-yaminul ghamus (sumpah palsu)&lt;br /&gt;yaitu seseorang bersumpah dengan sengaja untuk berbohong, khianat, atau penipuan karena berbagai kepentingan. Misalnya; &lt;br /&gt;• seorang saksi bersumpah memberikan keterangan sesuatu yang tidak sebenarnya.&lt;br /&gt;• seseorang bersumpah dengan maksud agar dapat memiliki hak orang lain dengan mudah, &lt;br /&gt;• seseorang bersumpah dengan maksud agar memikat dan menarik simpati orang lain sehingga bisa dimanfaatkan  Sumpah ini disebut al-yaminul ghamus (sumpah palsu), karena sumpah itu menyebabkan pelakunya terbenam/tenggelam dalam dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) al-yaminul laghwu [sumpah tanpa sengaja]&lt;br /&gt;yaitu sumpah yang biasa diucapkan oleh seseorang tanpa unsur kesengajaan. Seperti, orang yang memperbanyak kata "Tidak Demi Allah" dan "Ya Demi Allah" dalam pembicaraanya. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Atha berdasarkan ucapan Aisyah r.a., bahwa Rasulullah Saw.. bersabda, &lt;br /&gt;هُوَ كَلَامُ الرَّجُلِ فِي بَيْتِهِ كَلَّا وَاللَّهِ وَبَلَى وَاللَّهِ&lt;br /&gt;"Sumpah laghwu adalah seseorang berkata di rumahnya, 'Tidak, demi Allah', ‘Benar, demi Allah’." (HR. Abu Daud). &lt;br /&gt;Sumpah tersebut tidak berdosa, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Alquran&lt;br /&gt;لَا يُؤَاخِذُكُمْ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمْ الْأَيْمَانَ…&lt;br /&gt;"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja...." (Q.s. Al-Maidah: 89).&lt;br /&gt;c) al-yaminul mun’aqidah [sumpah yang sah]&lt;br /&gt;yaitu sumpah yang niat awalnya dimaksudkan untuk menguatkan sesuatu. Seperti seseorang berkata, "Demi Allah, sungguh aku akan lakukan hal ini," atau "Demi Allah sungguh aku tidak akan lakukan ini." Sumpah seperti ini akan dikenai hukum jika pelaku itu melanggar sumpahnya. Hal ini berdasarkan pada firman Allah SWT.. &lt;br /&gt;لَا يُؤَاخِذُكُمْ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمْ الْأَيْمَانَ…&lt;br /&gt;"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja...." (Q.s. Al-Maidah: 89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUKUM MENGATAKAN SUMPAH DENGAN SEMBARANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Pandangan Islam Tentang Sumpah &lt;br /&gt;Di dalam ajaran agam Islam, sumpah adalah sesuatu yang sakral, yaitu memiliki nilai-nilai aqidah serta konsekuensi hukum yang tidak sederhana. Namun ketika dalam kehidupan sehari-hari dengan mudah orang mengatakan demi Allah dan Rasul-Nya, demi Tuhan dan sebagainya untuk meyakinkan orang lain terhadap sesuatu, maka sumpah itu seolah-olah seseuatu yang tidak bermakna dan tidak berharga.  &lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam qur’an surat  Al-Baqarah 225:&lt;br /&gt;لاَّيُؤَاخِذُكُمُ اللهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ وَاللهُ غَفُورٌ حَلِيمُ&lt;br /&gt;”Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun“. (QS. Al-Baqarah [2]: 225). &lt;br /&gt;Oleh karena itu bagi yang telah bersumpah atas nama Allah untuk sesuatu hal,   maka Al-Quran menyerukan agar memelihara sumpah tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT.  “Dan jagalah sumpahmu” (QS.Al-Maidah: 89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pandangan Islam Tentang Mubahalah&lt;br /&gt;Dan dalam sumpah pun ada yang disebut dengan Mubahalah  (atau mula’anah, saling melaknat) ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yang berbeda pendapat, berdo’a kepada Allah dengan bersungguh-sungguh agar Allah menjatuhkan la’nat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Al- Quran dan Tafsirnya, Depag RI, 1985/ 1986 juz 1 hal 628).&lt;br /&gt;Mubahalah atau do’a saling melaknat itu dilakukan terhadap:&lt;br /&gt;1. Orang Nasrani, berlandaskan QS Ali ‘Imran: 61 &lt;br /&gt;2. Orang Yahudi berlandaskan QS Al-Jumu’ah: 6&lt;br /&gt;3. Orang Musyrik berlandaskan QS Maryam: 75 dan hadits tentang Abu Jahal ditantang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mubahalah, riwayat Al-Bukhari, Ahmad, At-Tirmidzi, dan An-Nasai).&lt;br /&gt;4. Terhadap penyeleweng, ahli bid’ah dan semacamnya, berlandaskan bahwa banyak dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dulu mengajak orang lain untuk mubahalah. Di antaranya Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengajak untuk mubahalah dalam masalah ‘iddah (masa tunggu) wanita hamil. Dan sesungguhnya iddah itu selesai dengan lahirnya kehamilan, bukan dengan lebih dua masa. Dan juga Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu mengajak untuk mubahalah dalam masalah ‘aul dalam faroidh (pembagian waris).&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya:&lt;br /&gt;Perintah do’a di dalam Al-Qur’an, kalau ditujukan kepada Ahli Kitab justru berupa ancaman, bahkan mubahalah.&lt;br /&gt;{ قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ لِلَّهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ } &lt;br /&gt;Katakanlah :”Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (QS 62 Al-Jumu’ah: 6).&lt;br /&gt;{ فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ } [آل عمران : 61]&lt;br /&gt;”Siapa yang membantahmu tentang kisah ‘Isa setelah datang ilmu” (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu, kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang berdusta.” (QS 3 Ali Imran: 61).&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir menjelaskan, suruhan Allah kepada Yahudi agar minta mati di Surat Al-Jumu’ah 62, Al-Baqarah 94, itu juga mubahalah; kalau memang orang Yahudi itu menganggap (diri mereka berada) dalam hidayah Allah, sedang Muhammad itu dianggap dalam kesesatan, maka mintakan mati atas yang sesat dari kedua golongan itu, kalau memang Yahudi menganggap diri mereka benar. Ternyata Yahudi tak berani.&lt;br /&gt;Demikian pula ancaman terhadap orang-orang musyrik di Surat Maryam ayat 75, agar musyrikin ber-mubahalah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sekeluarga-nya. &lt;br /&gt; -2264 حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنِى أَبِى حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ يَزِيدَ الرَّقِّىُّ أَبُو يَزِيدَ حَدَّثَنَا فُرَاتٌ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ أَبُو جَهْلٍ لَئِنْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ يُصَلِّى عِنْدَ الْكَعْبَةِ لآتِيَنَّهُ حَتَّى أَطَأَ عَلَى عُنُقِهِ. قَالَ فَقَالَ « لَوْ فَعَلَ لأَخَذَتْهُ الْمَلاَئِكَةُ عِيَاناً وَلَوْ أَنَّ الْيَهُودَ تَمَنَّوُا الْمَوْتَ لَمَاتَوا وَرَأَوْا مَقَاعِدَهُمْ مِنَ النَّارِ وَلَوْ خَرَجَ الَّذِينَ يُبَاهِلُونَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَرَجَعُوا لاَ يَجِدُونَ مَالاً وَلاَ أَهْلاً ». مسند أحمد - (ج 5 / ص 290(&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas: Abu Jahal la’natullah berkata, bila aku melihat Muhammad di sisi Ka’bah pasti sungguh aku datangi dia sehingga aku injak lehernya. Ibnu Abbas berkata, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:&lt;br /&gt;”Kalau ia (Abu Jahal) berbuat, pasti malaikat akan mengambilnya (mengadzabnya) terang-terangan, dan seandainya orang-orang Yahudi mengharapkan mati pasti mereka mati dan mereka melihat tempat-tempat mereka berupa neraka.” Dan seandainya mereka yang (ditantang) bermubahalah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu keluar, pasti mereka pulang (dalam keadaan) tidak menemukan keluarganya dan tidak pula hartanya. (HR Ahmad, Al-Bukhari, At-Tirmidzi, dan An-Nasai,)&lt;br /&gt;Mubahalah Tidak Khusus pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;br /&gt;Mubahalah adalah do’a dengan laknat atas yang berdusta di antara dua pihak yang bermubahalah. Mubahalah itu tidak khusus hanya untuk Nabi saw. Dalilnya, bahwa banyak dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dulu mengajak orang lain untuk mubahalah. Di antaranya Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengajak untuk mubahalah dalam masalah ‘iddah (masa tunggu) wanita hamil. Dan sesungguhnya iddah itu selesai dengan lahirnya kehamilan, bukan dengan yang terpanjang dari dua masa (sampai melahirkan, dan sampai 4 bulan 10 hari, pen).&lt;br /&gt;Dan juga Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu mengajak untuk mubahalah dalam masalah ‘aul dalam faroidh (pembagian waris); dan tidak mengapa dalam hal mubahalah Ahlis Sunnah waljama’ah terhadap ahli syirik, bid’ah dan semacamnya tetapi sesudah ditegakkan hujjah (argumentasi) dan upaya menghilangi syubhat (kesamaran), dan memberikan nasihat dan peringatan, sedang itu semua tak guna. Bukan termasuk kepastian (setelah mubahalah itu) munculnya tanda/ bukti atas dustanya orang yang batil dan dhalimnya orang yang dhalim, karena Allah Ta’ala menunda dan mengakhirkan, sebagai cobaan dan istidroj/ uluran.&lt;br /&gt;1. Redaksi Sumpah yang Sering Rasulullah Katakan&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: كَانَتْ يَمِينُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ وَمُقَلِّبِ الْقُلُوبِ. &lt;br /&gt;Dari Ibn ‘Umar (radhiallahu 'anhuma), dia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersumpah dengan berkata: “Tidak! Demi yang membolak-balikkan hati.” ( HR.Bukhori)&lt;br /&gt;وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ. &lt;br /&gt;Demi jiwa Muhammad yang berada di Tangan-Nya, tidaklah seorang jua dari umat ini yang mendengar tentang aku, baik Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati tanpa beriman kepada apa yang aku diutus dengannya (Islam) melainkan dia menjadi dari kalangan ahli neraka. ( HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sumpah yang Diperbolehkan Dalam Islam&lt;br /&gt;Sumpah yang diperbolehkan ialah sumpah dengan nama Allah Ta’ala, karena Rasulllah Saw.. Bersumpah dengan nama Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia saja. Beliau juga bersumpah dengan berkata, “Demi jiwa Muhamad yang ada di Tangan-Nya.”&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;br /&gt;مَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ أَوْ لِيَصْمُتْ. &lt;br /&gt;Barang siapa yang ingin bersumpah, maka bersumpahlah atas nama Allah atau (jika tidak) maka diamlah. (HR bukhori)&lt;br /&gt;Maka orang yang ingin bersumpah hendaklah menyebut “Wallahi”, “Billahi” atau “Tallahi” yang semuanya bermaksud “Demi Allah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sumpah yang Diharamkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; a. Sumpah Selain dengan Nama Allah&lt;br /&gt;Jika seseorang bersumpah dengan sesuatu selain Allah, nama-nama Allah atau sifat-sifat Allah, sumpahnya bukan saja tidak sah tetapi dia telah menyekutukan Allah. Ini adalah dosa syirik yang tidak akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala jika orang itu tidak bertaubat. Hadist berikut menjadi rujukan: &lt;br /&gt;سَمِعَ ابْنُ عُمَرَ رَجُلاً يَحْلِفُ: لاَ وَالْكَعْبَةِ! فَقَالَ لَهُ ابْنُ عُمَرَ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ. &lt;br /&gt;Ibn ‘Umar (radhiallahu 'anhuma) mendengar seorang lelaki bersumpah: “Tidak, demi Ka’bah!” Lalu Ibn ‘Umar berkata kepadanya: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka dia telah berbuat syirik.” (HR Ahmad).&lt;br /&gt;Rasulullah Saw.. Bersabda:&lt;br /&gt;سَمِعَ ابْنُ عُمَرَ رَجُلًا يَقُولُ وَالْكَعْبَةِ فَقَالَ لَا تَحْلِفْ بِغَيْرِ اللَّهِ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ كَفَرَ وَأَشْرَكَ&lt;br /&gt;Ibnu Umar mendengar seseorang berkata di depan ka’bah maka dia berkata janganlah bersumpah selain nama Allah karena aku mendengar Rasulullah Saw.. Bersabda: barang siapa yang bersumpah selain nama Allah sungguh dia kafir dan Syirik. (Diriwayatkan Bukhori dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah dengan selain Allah tidak sah dan syirik, orang yang melakukannya perlu segera mengucapkan syahadah, mempersaksikan bahawa “Tiada Tuhan Melainkan Allah”: &lt;br /&gt;مَنْ حَلَفَ مِنْكُمْ فَقَالَ فِي حَلِفِهِ: بِاللاَّتِ, فَلْيَقُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ....&lt;br /&gt;Barang siapa di antara kalian bersumpah lalu berkata dalam sumpahnya itu: “Demi Latta!”, maka hendaklah dia mengucapkan La ilaha illallah. (HR Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  b.  Sumpah Pocong&lt;br /&gt;Sumpah pocong yang konon merupakan tradisi masyarakat pedesaan adalah sumpah yang dilakukan oleh seseorang dengan kondisi terbalut kain kafan layaknya orang yang telah meninggal.&lt;br /&gt;Sumpah ini tak jarang dipraktekkan dengan tata cara yang berbeda, misalnya pelaku sumpah tidak dipocongi tapi hanya dikerudungi kain kafan dengan posisi duduk.&lt;br /&gt;Sumpah pocong biasanya dilakukan oleh pemeluk agama Islam dan dilengkapi dengan saksi dan dilakukan di mesjid. Di dalam hukum Islam sebenarnya tidak ada sumpah dengan mengenakan kain kafan seperti ini. Sumpah ini merupakan tradisi lokal yang masih kental menerapkan norma-norma adat. Sumpah ini dilakukan untuk membuktikan suatu tuduhan atau kasus yang sedikit atau bahkan tidak memiliki bukti sama sekali.&lt;br /&gt;Di dalam sistem pengadilan Indonesia, sumpah ini dikenal sebagai sumpah mimbar dan merupakan salah satu pembuktian yang dijalankan oleh pengadilan dalam memeriksa perkara-perkara perdata, walaupun bentuk sumpah pocong sendiri tidak diatur dalam peraturan Hukum Perdata dan Hukum Acara Perdata. Sumpah mimbar lahir karena adanya perselisihan antara seseorang sebagai penggugat melawan orang lain sebagai tergugat, biasanya berupa perebutan harta warisan, hak-hak tanah, utang-piutang, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Dalam segi pelafalan sumpah ini bisa di anggap benar, tetapi dari segi caranya sumpah ini dilarang. Karena seolah-olah tidak percaya bahwa adanya Allah dan akan membuat kemusyrikan. Pada dasarnya Sumpah pocong ini tidak ada contohnya dari Rasulullah Saw..  Maka sumpah pocong ini dilarang dalam Islam. &lt;br /&gt;Maka apabila seseorang melakukan sumpah pocong tersebut, maka seseorang tersebut telah berbuat musyrik. Dan sumpahnya bukan saja tidak sah tetapi dia telah menyekutukan Allah. Ini adalah dosa syirik yang tidak akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala jika orang itu tidak bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.   Sumpah Jabatan&lt;br /&gt;Sumpah jabatan dengan menggunakan mushaf Al-Quran tidak kita ada contohnya di zaman Nabi Saw. Kalau pun ada mushaf yang digunakan dalam sebuah even besar, maka even itu adalah pada saat terjadi perdamaian antara kedua belah kelompok shahabat yang berperang. Saat itu, mushaf ditancapkan di atas tombak sebagai lambang perdamaian. Dan dikenal dalam sejarah sebagai peristiwa tahkim.&lt;br /&gt;Lalu entah meniru peristiwa itu atau tidak, sekarang ini kita sering saksikan adanya sumpah jabatan dengan menggunakan mushaf Al-Quran. Padahal kita tidak temukan anjuran atau pensyariatannya dari dalil-dalil yang muktamad.&lt;br /&gt;Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu diangkat menjadi khalifah, kita tidak mendapati adanya sumpah dengan menggunakan mushaf. Demikian juga ketika 2 tahun kemudian Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu menjadi khalifah, juga tidak ada sumpah dengan mushaf. Hal yang sama juga terjadi pada Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhuma. Tidak pernah diriwayatkan bahwa ada mushaf yang diangkat ke atas kepala untuk dilaksanakan sumpah.&lt;br /&gt;Yang ada pada saat itu adalah bai'at. Para sahabat bersalaman dengan khalifah yang terpilih untuk dibai'at bersama menjadi pimpinan mereka. Dan esensi bai'at agaknya tidak sama dengan esensi sumpah jabatan seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Bai'at adalah janji untuk mentaati orang yang dibai'at, bukan mengambil sumpah orang yang dianggap jadi pemimpin. Yang berjanji bukan si pemimpin, tetapi sebaliknya, yang berjanji justru yang merasa dipimpin. Mereka yang berba'iat kepada nabi adalah para shahabat yang berjanji untuk taat kepada perintah nabi, baik dalam keadaan sigap ataupun dalam keadaan malas.&lt;br /&gt;Demikian juga bai'at-bai'at yang diberikan kepada para khulafaurrasyidin setelahnya, semua adalah janji dari para shahabat untuk mendengar dan taat. Bukan sumpah jabatan.&lt;br /&gt;Sumpah jabatan barangkali terjadi dalam pidato sambutan para khalifah setelah dibai'at. Misalnya pidato Umar bin Al-Khattab ra sesaat setelah menerima janji setia dari para shahabat, beliau meminta agar para shahabat menegur dan meluruskan dirinya bila melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;Maka sumpah jabatan dilarang dalam islam, karena tidak ada contohnya dari Rasulullah Saw. dan membuat kemusyrikan. Maka apabila seseorang melakukan sumpah tersebut, maka seseorang tersebut telah berbuat musyrik. Dan sumpahnya bukan saja tidak sah tetapi dia telah menyekutukan Allah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.  Sumpah Palsu&lt;br /&gt;yaitu seseorang bersumpah dengan sengaja untuk berbohong, khianat, atau penipuan karena berbagai kepentingan. Misalnya; &lt;br /&gt;• seorang saksi bersumpah memberikan keterangan sesuatu yang tidak sebenarnya, &lt;br /&gt;• seseorang bersumpah dengan maksud agar dapat memiliki hak orang lain dengan mudah,&lt;br /&gt;• seseorang bersumpah dengan maksud agar memikat dan menarik simpati orang lain sehingga bisa dimanfaatkan &lt;br /&gt; Sumpah ini disebut al-yaminul ghamus (sumpah palsu), karena sumpah itu menyebabkan pelakunya terbenam/tenggelam dalam dosa ( Fathul Bari, XIII:409). &lt;br /&gt;Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan berbagai ancaman dan hukuman yang berat bagi orang yang melakukan sumpah palsu, antara lain:&lt;br /&gt;a.  Dimurkai Allah pada hari kiamat&lt;br /&gt;إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُوْلَئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ – أل عمران : 77 -&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka tidak mendapatkan bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berbicara dengan mereka, dan tidak akan memperhatikan mereka pada hari kiamat, dan tidak pula akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih” Q.S. Ali Imran:77 &lt;br /&gt;Sehubungan dengan ayat di atas, Nabi Saw.. bersabda:&lt;br /&gt;مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينِ صَبْرٍ يَقْتَطِعُ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ – رواه البخاري –&lt;br /&gt;“Barangsiapa bersumpah palsu yang dengannya ia mengambil harta seorang muslim, pasti ia bertemu Allah dalam keadaan dimurkai.” H.r. Al-Bukhari&lt;br /&gt;b.  Mendapatkan kemelaratan di dunia dan siksaan di akirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;وَلَا تَتَّخِذُوا أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ فَتَزِلَّ قَدَمٌ بَعْدَ ثُبُوتِهَا وَتَذُوقُوا السُّوءَ بِمَا صَدَدْتُمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَلَكُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ - النحل : 94 -&lt;br /&gt;“Janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan tergelincir kakimu sesudah kokoh tegaknya, dan kamu rasakan kemelaratan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah; dan bagimu azab yang besar” Q.s. An-Nahl:94 &lt;br /&gt;c.  Haram masuk surga dan wajib masuk neraka&lt;br /&gt;مَنِ اقْتَطَعَ مَالَ امْرِيءٍ بِيَمِيْنِهِ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَأَوْجَبَ لَهُ النَّارَ قِيْلَ يَارَسُوْلَ اللهِ وَإِنْ شَيْءٌ يَسِيْرٌ قَالَ وَإِنْ كَانَ سِوَاكًا - رواه الطبراني –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa dengan sumpahnya bermaksud mengambil harta seseorang, niscaya Allah haramkan surga atas dirinya dan mewajibkan neraka baginya.” Ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah bagaimana jika yang diambil itu kecil atau tidak berharga” Rasul bersabda, “Walaupun (yang diambil itu) sekedar siwak (penggosok gigi)”H.r. At-Thabrani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِيْنٍ كَاذِبَةٍ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ - رواه الطبراني -&lt;br /&gt;“Barangsiapa dengan sengaja bersumpah palsu, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.” H.r. At-Thabrani&lt;br /&gt;d.  Sumpah semacam ini termasuk dosa besar. Nabi bersabda&lt;br /&gt;الْكَبَائِرُ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَالْيَمِينُ الْغَمُوسُ&lt;br /&gt;“Dosa-dosa yang besar itu adalah menyekutukan Allah, durhaka terhadap orang tua, membunuh orang, dan sumpah palsu.” HR Bukhari.&lt;br /&gt;Dan hukuman bagi orang yang bersumpah palsu tidak dapat digugurkan atau tidak dapat dilakukan kaffaratul yamin (penebusan sumpah). Karena itu, pelakunya wajib bertobat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Konsekuensi Sumpah&lt;br /&gt;Orang yang bersumpah dengan menepati syarat sahnya lalu dia melanggar sumpah itu, maka diwajibkan kafarat sumpah berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: &lt;br /&gt;لاَ يُؤَاخِذُكُمْ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمْ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ. &lt;br /&gt;Kamu tidak dikira salah oleh Allah tentang sumpah-sumpah kamu yang tidak disengajakan (untuk bersumpah), akan tetapi kamu dikira salah oleh-Nya dengan sebab sumpah yang sengaja kamu buat dalam keadaan bersungguh-sungguh. Maka kafaratnya ialah: &lt;br /&gt;1. Memberi makan sepuluh orang miskin dari jenis makanan yang sederhana yang kamu (biasa) berikan kepada keluarga kamu, &lt;br /&gt;2. Atau memberi pakaian untuk mereka, &lt;br /&gt;3. Atau memerdekakan seorang hamba. &lt;br /&gt;4. Kemudian sesiapa yang tidak dapat (menunaikan tiga pilihan kafarat di atas), maka hendaklah dia berpuasa tiga hari. (HR Bukhori)&lt;br /&gt;Yang demikian itu ialah kafarat penebus sumpah kamu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah - peliharalah sumpah kamu. Demikianlah Allah menerangkan kepada kamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum agama-Nya) supaya kamu bersyukur. (al-Maidah 5:89) .&lt;br /&gt;Mengenai urutan kaffarah di atas, seseorang boleh memilih salah satunya. Namun, seseorang hendaknya tidak langsung memilih shaum, kecuali bila dia benar-benar tidak mampu melakukan salah satu dari ketiga hal di atas. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT. yang artinya: &lt;br /&gt;"… maka kaffarah (melanggar) sumpah itu adalah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberikan pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan demikian, maka kaffarahnya melakukan shaum selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarah-kaffarah sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar)...." (Al-Maidah: 89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Fenomena Sumpah&lt;br /&gt;Dilihat dari fenomena sekarang, seseorang dapat mengatakan sumpah dengan seenaknya (sembarangan). yaitu sumpah yang biasa diucapkan oleh seseorang tanpa unsur kesengajaan. Seperti, orang yang memperbanyak kata "Tidak Demi Allah" dan "Ya Demi Allah" dalam pembicaraanya. &lt;br /&gt;Pada dasarnya sumpah tersebut tidak berdosa, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an&lt;br /&gt;لَا يُؤَاخِذُكُمْ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمْ الْأَيْمَانَ…&lt;br /&gt;"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja...." (Q.s. Al-Maidah: 89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, fenomena pada zaman sekarang ini sumpah sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan untuk meyakinkan seseorang. Sehingga kata sumpah tersebut sudah tidak lagi bermakna.&lt;br /&gt;Dengan adanya fenomena seperti ini, penulis beranggapan bahwa hal tersebut adalah makruh. Karena dalam hadits dikatakan, yang artinya: &lt;br /&gt;“ Dari Abi Qatadah berkata: aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: jauhilah kalian untuk banyak bersumpah dalam jual beli”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontek hadits ini memang mengkhususkan dalam jual beli, tetapi mempunyai sebuah makna yang umum kepada kehidupan. Maka dari itu, sumpah dengan seenaknya (sembarangan) hukumnya makruh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pengharaman Mengatakan Sumpah Dengan Sembarangan&lt;br /&gt; Sumpah yang yang tidak diperbolehkan ialah sumpah dengan selain nama Allah Ta’ala dan dengan selain sifat-sifat –Nya; baik sesuatu yang dipakai sumpah itu sesuatu yang digunakan seperti ka’bah misalnya, atau bahkan bersumpah dengan Nabi Muhammad Saw.. Itu tidak diperbolehkan.&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahwa arti sembarangan adalah dikatakan kepada perbuatan yang tidak baik, tidak teratur, tidak karuan.&lt;br /&gt;Maka berdasarkan arti ‘sembarangan’ di atas, penulis dapat memahami arti sembarangan dalam sumpah dilihat dari dua aspek. Aspek pertama adalah dilihat dari segi pengucapannya, dalam arti redaksi kata yang digunakan, sedangkan aspek yang kedua dilihat  dari segi cara yang dilakukan dalam sumpah tersebut. Misalkan dalam pengucapan tidak boleh bersumpah selain nama Allah, dalam segi cara tidak boleh menggunakan media-media tertentu untuk bersumpah seperti sumpah pocong, dan  sumpah jabatan.&lt;br /&gt;Jika seseorang bersumpah dengan sesuatu selain Allah, nama-nama Allah atau sifat-sifat Allah (sembarangan), sumpahnya bukan saja tidak sah tetapi dia telah menyekutukan Allah. Ini adalah dosa syirik yang tidak akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala jika orang itu tidak bertaubat. Maka sumpah dengan sembarangan dilarang (haram).  Hadist berikut menjadi rujukan: &lt;br /&gt;سَمِعَ ابْنُ عُمَرَ رَجُلاً يَحْلِفُ: لاَ وَالْكَعْبَةِ! فَقَالَ لَهُ ابْنُ عُمَرَ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ. &lt;br /&gt;Ibnu ‘Umar (radhiallahu 'anhuma) mendengar seorang lelaki bersumpah: “Tidak, demi Ka’bah!” Lalu Ibn ‘Umar berkata kepadanya: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka dia telah berbuat syirik.” (HR Ahmad).&lt;br /&gt;Rasulullah Saw.. Bersabda:&lt;br /&gt;سَمِعَ ابْنُ عُمَرَ رَجُلًا يَقُولُ وَالْكَعْبَةِ فَقَالَ لَا تَحْلِفْ بِغَيْرِ اللَّهِ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ كَفَرَ وَأَشْرَكَ&lt;br /&gt;Ibnu Umar mendengar seseorang berkata di depan ka’bah maka dia berkata janganlah bersumpah selain nama Allah karena aku mendengar Rasulullah Saw.. Bersabda: barang siapa yang bersumpah selain nama Allah sungguh dia kafir dan Syirik. (Diriwayatkan Bukhori dan Ahmad).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2696745165358012339-4439233884749184257?l=urangaip12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urangaip12.blogspot.com/feeds/4439233884749184257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://urangaip12.blogspot.com/2010/07/hukum-sumpah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2696745165358012339/posts/default/4439233884749184257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2696745165358012339/posts/default/4439233884749184257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urangaip12.blogspot.com/2010/07/hukum-sumpah.html' title=''/><author><name>Arif Fauzi Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012649384602033301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2696745165358012339.post-8686196100156824608</id><published>2010-07-20T05:36:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T05:37:21.691-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csahla%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csahla%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csahla%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csahla%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Normal (Web)"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB;} p 	{mso-style-unhide:no; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page WordSection1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.WordSection1 	{page:WordSection1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:542912819; 	mso-list-template-ids:-537787508;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	mso-ansi-font-weight:normal; 	mso-bidi-font-weight:normal;} @list l1 	{mso-list-id:1864243785; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1928244848 1122133236 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	mso-ansi-font-size:13.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-ansi-font-weight:normal; 	mso-ansi-font-style:normal;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;BOLEHKAH MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN DI LAGUKAN????&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sering kali kita mendengar istilah membaca Al-Quran dengan &lt;b&gt;‘tartil’&lt;/b&gt;, namun sedikit sekali dari kita yang paham bagaimana sebenarnya&lt;b&gt; tartil&lt;/b&gt; yang dimaksud dan siapa yang diharuskan membaca Al-Quran dengan tartil tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Tartil&lt;/b&gt;. Kalimat ini cenderung ditujukan kepada hafizh Al-Quran, meskipun ada kemungkinan orang yang selalu membaca Al-Quran juga dapat termasuk didalamnya. Dan mengenai ‘tartil’, Syaikh Abdul Aziz (Nawwarullahu Marqadahu) menulis di dalam tafsirnya bahwa arti asal &lt;b&gt;‘tartil’&lt;/b&gt; ialah membaca dengan terang dan jelas. Sedangkan secara syar’i yaitu membaca Al-Qur yang benar, sehingga ketika memutuskan atau melanjutkan bacaan tidak ditempat yang salah.&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Membaca      semua harakat dengan benar, yakni menyebut fathah, kasrah, dan dhammah      dengan perbedaan yang jelas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mengeraskan      suara sampai terdengar oleh telinga kita, sehingga Al-Quran dapat      mempengaruhi hati.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Memperindah      suara agar timbul rasa takut kepada Allah swt., sehingga mempercepat      pengaruhnya kedalam hati. Orang yang membaca dengan rasa takut kepada      Allah swt., hatinya akan lebih cepat terpengaruh serta menguatkan ruhani      dan berkesan mendalam di hati kita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Membaca      dengan sempurna dan jelas semua tasyid dan madnya. Jika membacanya dengan      lebih jelas, maka akan menimbulkan keagungan Allah sera mempercepat      masuknya kesan ke dalam hati kita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Memenuhi      hak ayat-ayat rahmat dan ayat-ayat adzab.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:137.25pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\sahla\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.emz" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="square" side="left"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/sahla/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_s1026" width="188" align="right" height="66" hspace="12" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 15.5pt;"&gt;NYANYIAN DENGAN MENGGUNAKAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 15.5pt;"&gt;AYAT-AYAT &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;SUCI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 15.5pt;"&gt;AL-QUR'AN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;Al-Qur'an &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Yasin: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;69 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 15pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;r L &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 4.5pt;"&gt;0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 4.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 4.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 4.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 4.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 4.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 4.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 4.5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:386.25pt;height:38.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\sahla\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.emz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/sahla/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.gif" shapes="_x0000_i1025" width="515" height="51" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8.5pt;"&gt;" &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;baginya. Al- Qur 'an itu tidak lain adalah pelajaran dan kitab yang memberi pen erangan. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 9.5pt;"&gt;"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;Hadits riwayat Tabrani dan Baihaqi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style="'width:405pt;height:133.5pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\sahla\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image005.emz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/sahla/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image006.gif" shapes="_x0000_i1026" width="540" height="178" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;"Bacalalh Al-Qur'an dengan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bahasa orang-orang Arab. Dan janganlah dengan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;bahasa orang Yahudi dan orang Nasrani dan orang-orang yang fasik Sesungguhnya akan datang sesudahku orang-orang yang melagukan Al-Qur'an semacam lagu nyanyian. lagu penyemhahan patung, dan lagu berteriak-teriak. Apa yang mereka baca tidak melalui tenggorokan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;mereka..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Hati mereka terkena fitnah dun juga terkena fitnah hari orang-orung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;yang membanggakan keadaan mereka"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Himpunan Fatwa &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;MU1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tertib (sesuai dengan tajwid).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pendapat dan saran-saran anggota Komisi Fatwa dalam rapatnya tanggal tersebut diatas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;Memutuskan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Dengan bertawakkal kepada Allah SWT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14.5pt;"&gt;MEMFATWAKAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1. Melagukan ayat-ayat suci Al-Qur'an hams mengikuti ketentuan ilmu tajwid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2. Boleh menyayikanlmelagukan terjemahan Al-Qqr'an, karena terjemahan Al-Qur'an tidak temasuk hukum Al-Qur'an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style=""&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;27 &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Shafar &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;1404 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;H,&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt; &lt;span style=""&gt;                                       &lt;/span&gt;KOMISI FATWA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;3 &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Desember &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12.5pt;"&gt;1983 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;M.&lt;span style=""&gt;                                     &lt;/span&gt;&lt;b&gt;MA JELIS ULAMA &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;INDONESIA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2696745165358012339-8686196100156824608?l=urangaip12.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urangaip12.blogspot.com/feeds/8686196100156824608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://urangaip12.blogspot.com/2010/07/v-behaviorurldefaultvml-o.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2696745165358012339/posts/default/8686196100156824608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2696745165358012339/posts/default/8686196100156824608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urangaip12.blogspot.com/2010/07/v-behaviorurldefaultvml-o.html' title=''/><author><name>Arif Fauzi Hakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012649384602033301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
